Wisata Budaya di Kota Tasikmalaya
Bagi teman-teman yang tertarik pada wisata Budaya yuks baca salah satu Wisata Budaya yang ada di Kota Tasikmalaya....
"KAMPUNG NAGA"
Di kota Di kelahiran Saya terdapat salah satu wisata budaya, yaitu Kampung Naga. Kampung Naga ini, terletak di Desa Neglasari
Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Kampung
Naga merupakan perkampungan tradisional dengan luas areal kurang lebih 4 Ha. Akses jalan menuju ke Kampung Naga cukup baik, para wisatawan dapat mengendarai sepeda motor, sepeda gayung, maupun mobil atau travell. Obyek wisata ini merupakan salah satu obyek wisata budaya di Tasikmlaya. Semua
bangunan yang ada di Kampung Naga bentuknya sama, baik rumah, mesjid, patemon
(balai pertemuan) dan lumbung padi. Rumah di Kampung Naga jumlahnya selalu
dipertahankan, yaitu tidak boleh kurang dan lebih dari 118 bangunan. dari 118
bangunan tersebut, sebanyak 108 bangunan adalah rumah penduduk, sisanya adalah
bangunan masjid, ruang pertemuan dan rumah agung (rumah besar) yang tidak
boleh ditempati oleh siapapun. Masyarakat Kampung Naga hidup pada
suatu tatanan yang dikondisikan dalam suasana kesahajaan dan lingkungan
kearifan tradisional yang lekat. Daya
tarik obyek wisata Kampung Naga terletak pada kehidupan yang unik dari
komunitas yang terletak di Kampung Naga tersebut. Kehidupan mereka dapat
berbaur dengan masyarakat modern, beragama Islam, tetapi masih kuat memlihara
Adat Istiadat leluhurnya.
Beralih ke sistem kesenian Kampung Naga, kita akan bersitatap dengan berbagai kesenian tradisional yang tetap dilestarikan keasliannya yang antara lain seperti kesenian terbangan, angklung, dan beluk. Kesenian-kesenian ini biasanya akan ditampilkan bilamana warga Kampung Naga sedang melaksanakan berbagai upacara-upacara adat, seperti upacara sasih, upacara berziarah ke kubur keramat nenek moyang dan upacara yang berhubungan dengan bulan-bulan suci atau agung dalam Islam, misalnya bulan Muharram, Maulud, hari Raya Idulfitri, dan sebagainya. Seperti berbagai upacara adat, upacara hari-hari besar Islam misalnya Upacara bulan Mulud atau Alif dengan melaksanakan Pedaran (pembacaan Sejarah Nenek Moyang) Proses ini dimulai dengan mandi di Sungai Ciwulan dan Wisatawan boleh mengikuti acara tersebut dengan syarat harus patuh pada aturan di sana. Jika pada hari-hari tertentu Kampung Naga akan diselenggarakan misalnya adat dan upacara sa-Naga yang dipusatkan di Kampung Naga maka penduduk yang tak lagi tinggal di kampung ini pun akan menyempatkan hadir demi ikut berpartisipasi dalam perayaan atau upacara adat tersebut, yang membuat Kampung Naga ini unik adalah karena penduduk kampung ini seperti tidak terpengaruh dengan modernitas dan masih tetap memegang teguh adat istiadat yang secara turun temurun diwariskan oleh nenek moyang mereka.
Di sepanjang jalan menuju Kampung Naga ini, terdapat beberapa kios yang menjual berbagai souvenir, namun sangat disayangkan tidak ada fasilitas penginapan di sekitar Kampung Naga. Di sana hanya tersedia fasilitas parkir saja. Tetapi jangan khawatir, bagi wisatawan yang ingin merasakan tinggal di Kampung Naga, biasanya diperbolehkan menginap di rumah warga, dengan syarat dan ketentuan.
Bagi kalian yang belum berkunjung ke wisata budaya Kampung Naga, ayooo buruan,,,,!!! Dijamin seru dan banyak mendapatkan wawasan mengenai budaya dari Kampung Naga tersebut , serta dapat menikmati keindahan sawahnya yang sangat memukau.
"KAMPUNG NAGA"
![]() |
Beralih ke sistem kesenian Kampung Naga, kita akan bersitatap dengan berbagai kesenian tradisional yang tetap dilestarikan keasliannya yang antara lain seperti kesenian terbangan, angklung, dan beluk. Kesenian-kesenian ini biasanya akan ditampilkan bilamana warga Kampung Naga sedang melaksanakan berbagai upacara-upacara adat, seperti upacara sasih, upacara berziarah ke kubur keramat nenek moyang dan upacara yang berhubungan dengan bulan-bulan suci atau agung dalam Islam, misalnya bulan Muharram, Maulud, hari Raya Idulfitri, dan sebagainya. Seperti berbagai upacara adat, upacara hari-hari besar Islam misalnya Upacara bulan Mulud atau Alif dengan melaksanakan Pedaran (pembacaan Sejarah Nenek Moyang) Proses ini dimulai dengan mandi di Sungai Ciwulan dan Wisatawan boleh mengikuti acara tersebut dengan syarat harus patuh pada aturan di sana. Jika pada hari-hari tertentu Kampung Naga akan diselenggarakan misalnya adat dan upacara sa-Naga yang dipusatkan di Kampung Naga maka penduduk yang tak lagi tinggal di kampung ini pun akan menyempatkan hadir demi ikut berpartisipasi dalam perayaan atau upacara adat tersebut, yang membuat Kampung Naga ini unik adalah karena penduduk kampung ini seperti tidak terpengaruh dengan modernitas dan masih tetap memegang teguh adat istiadat yang secara turun temurun diwariskan oleh nenek moyang mereka.
Di sepanjang jalan menuju Kampung Naga ini, terdapat beberapa kios yang menjual berbagai souvenir, namun sangat disayangkan tidak ada fasilitas penginapan di sekitar Kampung Naga. Di sana hanya tersedia fasilitas parkir saja. Tetapi jangan khawatir, bagi wisatawan yang ingin merasakan tinggal di Kampung Naga, biasanya diperbolehkan menginap di rumah warga, dengan syarat dan ketentuan.
Bagi kalian yang belum berkunjung ke wisata budaya Kampung Naga, ayooo buruan,,,,!!! Dijamin seru dan banyak mendapatkan wawasan mengenai budaya dari Kampung Naga tersebut , serta dapat menikmati keindahan sawahnya yang sangat memukau.







0 Response to "Wisata Budaya di Kota Tasikmalaya"
Posting Komentar